AHMAD MURSOFI

Cari & Temukan Inspirasi Anda Disini

Biografi Soekarno – Mengenang Bapak Proklamator Bangsa Indonesia

Home Biografi Biografi Soekarno – Mengenang Bapak Proklamator Bangsa Indonesia
Biografi Soekarno

Biografi Soekarno – Saya yakin pasti kalian semua sudah mengenal sosok tokoh ini. Ya .. beliau adalah presiden indonesia pertama sekaligus sebagai bapak proklamator bangsa indonesia bersama dengan bung Hatta.

Terkenal dengan nama bung karno, beliau semasa kecilnya justru tidak hidup bersama orang tuanya yang berada di blitar.

Beliau justru tinggal bersama kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulungagung, Jawa Timur.

Beliau termasuk pesohor di Indonesia dengan isi pidato-pidatonya yang menginspirasi juga membakar semangat anak–anak muda dimasanya.

Bahkan isi pidato beliau sampai saat ini masih saja disukai dan dijadikan pengobar semangat generasi anak muda.

Sebagai seorang presiden, beliau juga sangat disegani oleh para pemimpin negara didunia pada waktu itu.

Profil Singkat Soekarno

Profil Soekarno

Berikut adalah biografi simpel Ir. Soekarno

  • Nama Lengkap : Dr. Ir. H. Soekarno
  • Nama Kecil : Koesno Sosrodihardjo
  • Lahir : Surabaya, 6 Juni 1901
  • Meninggal : Jakarta, 21 Juni 1970
  • Pendidikan : SD Eerste Inlande School (EIS), Mojokerto – SD Europeesche Lagere (ELS), Mojokerto (1911) – Hoogere Burger School (HBS), Surabaya (1911-1915) – Technische Hoge School, Bandung (1920)
  • Orangtua : Soekemi Sosrodihardjo (Ayah) dan Ida Ayu Nyoman Rai (Ibu)
  • Istri : Yurike Sanger, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Kartini Manopo, Ratna Sari Dewi, Oetari, Haryati dan Heldy Djafar
  • Anak : Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Sukmawati Soekarnoputri, Taufan Soekarnoputra, Bayu Soekarnoputra, Totok Suryawan Soekarnoputra, Guntur Soekarnoputra, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno dan Ayu Gembirowati.

Perjuangan Soekarno

Kiprah Politik Soekarno

Nama Soekarno pertama kalinya menjadi terkenal saat menjadi anggota jong java pada tahun 1915.

Menurutnya organisasi tersebut yang hanya jawa sentris dan memikirkan budaya saja adalah tantangan tersendiri.

Pada rapat pleno tahunan yang diadakan jong java cabang Surabaya, soekarno menggemparkan para anggota sidang dengan berpidato menggunakan bahasa Jawa ngoko (kasar).

Sebulan setelahnya dia mencetuskan perdebatan sengit dengan menganjurkan agar surat kabar Jong Java diterbitkan versi bahasa Melayu tidak dengan bahasa belanda

Pada tahun 1926 soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) di Bandung yang merupakan hasil inspirasi dari Indonesische Studie Club oleh Dr. Soetomo.

Kelak organisasi ini adalah cikal bakal berdirinya partai nasional indonesia (PNI) yang berdiri pada tahun 1927.

Aktivitas Soekarno dipartai tersebut menjadi sebab ia ditangkap oleh penjajah Belanda tanggal 29 Desember 1929.

Pada tahun 1930 beliau dipindahkan dilapas sukamiskin dan saat di pengadilan landraad bandung tanggal 18 desember 1930, beliau membacakan pledoinya yang diberi judul indonesia menggugat.

presiden soekarno
Gambar : Persiapan Sidang di Bandung

Hingga dibebaskan kembali pada tanggal 31 desember 1931 dan pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), partai pecahan dari PNI.

Soekarno kembali ditangkap pada bulan agustus 1933, dan diasingkan di pulau flores, disini beliau hampir dilupakan oleh para tokoh-tokoh nasional.

Akan tetapi semangat juangnya tetap membara seperti yang tergambar jelas dalam setiap surat-suratnya kepada seorang guru persatuan islam bernama ahmad hasan.

Pada tahun 1938 sampai 1942 beliau diasingkan di provinsi bengkulu, baru pada tahun 1942 beliau dibebaskan oleh penjajah jepang

Dalam sejarah, diketahui bahwa kasus beliau disidangkan oleh belanda melalui pengadilan landraad di Bandung.

Ketika sudah delapan bulan berlalu tepatnya pada tanggal 18 desember 1930, soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama Indonesia menggugat.

Dimana beliau mengungkapkan bahwa bangsa belanda sebagai bangsa yang serakah yang sudah menindas serta merampas kemerdekaan Indonesia.

Dari pembelaannya tersebut kemudian membuat penjajah belanda semakin bertambah marah sehingga PNI dibubarkan pada bulan Juli 1930

Partai nasional indonesia
Gambar : Logo PNI

Setelah keluar dari penjara pada desember 1931, beliau lalu bergabung dengan Partindo tahun 1932 karena ia sudah tidak memiliki partai lagi.

Kemudian beliau didaulat sebagai pemimpin partindo namun beliau ditangkap kembali oleh Belanda serta diasingkan ke pulau Flores.

Saat dibuang di bengkulu inilah beliau bertemu dengan Mohammad Hatta yang kelak menjadi teman seperjuangannya dalam memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Bung hatta
Gambar : Bung Hatta

Di bengkulu pula Soekarno berkenalan dengan fatmawati yang kelak menjadi istri beliau dan menjadi ibu negara indonesia pertama.

Fatmawati adalah putri dari hassan din yang mengajak Soekarno untuk menjadi pengajar disekolah muhammadiyah di bengkulu.

Ibu Fatmawati
Gambar : Ibu Fatmawati (Istri Bung Karno)

Tahun 1942, kekuasaan belanda di Indonesia berakhir setelah Jepang masuk menyerbu Indonesia.

Soekarno yang awalnya akan dipindahkan oleh belanda ke australia akhirnya gagal setelah dicegat oleh tentara jepang.

Beliau akhirnya dikembalikan lagi ke jakarta, dan inilah yang digunakan jepang dengan memanfaatkan soekarno berserta pemimpin Indonesia lainnya untuk mengambil hati penduduk Indonesia.

Bung Karno dan para tokoh lainnya berusaha sekuat tenaga untuk dapat meraih kemerdekaan yang selalu dicita-citakan masyarakat Indonesia.

Diantara yang beliau lakukan adalah dengan menyusun dasar-dasar pemerintahan negara, Pancasila, UUD 1945, dan naskah proklamasi

Setelah melewati perjuangan yang sangat panjang dan melelahkan, akhirnya sejarah mencatat pada tanggal 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan negara Indonesia.

Sehari kemudian pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dipilih secara aklamasi menjadi presiden republik Indonesia untuk yang pertama kalinya.

Perjuangan beliau tidak hanya sampai disitu saja, setelah proklamasi kemerdekaan tersebut banyak para sekutu yang tidak mau mengakui kemerdekaan Indonesia.

Bahkan mereka berusaha merebut kembali kekuasaan di Indonesia, beruntung dengan semangat perjuangan Soekarno dan para pahlawan lainnya yang gigih berani mampu melewati semua itu.

Soekarno Meninggal

Soekarno Meninggal

Pada saat itu soekarno sudah divonis mengalami gangguan ginjal serta harus menjalani rangkaian pengobatan di Wina, Austria pada tahun 1961.

Ditahun 1964 Profesor Dr. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina memberi saran agar ginjal beliau diangkat, namun beliau menolak dan lebih memilih pengobatan tradisional.

Hari minggu, 21 juni 1970 akhirnya soekarno meninggal dunia dirumah sakit pusat angkatan darat gatot subroto jakarta.

Beliau disemayamkan di wisma yaso dan dimakamkan di blitar jawa timur sebelah makam ibunya Ida Ayu Nyoman Rai.

Beliau termasuk sosok pahlawan sejati yang tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri, tapi juga sumbangsih pengabdiannya untuk perdamaian dunia.

Beliau rela mempertaruhkan hidupnya hanya untuk tanah air yang sangat dicintainya, hingga beliau dipenjarakan, dibuang serta diasingkan tapi tidak sedikitpun mengecilkan niatnya untuk memerdekakan Indonesia.

Sekarang pemerintah Indonesia memberinya anugerah gelar sebagai pahlawan proklamasi kemerdekaan.

Penghargaan Soekarno

Penghargaan Soekarno

  • Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas baik dalam dan luar negeri, diantaranya dari universitas indonesia, lomonosov university (Rusia), institut teknologi bandung, colombia university (AS), berlin university (Jerman), dll.
  • Penghargaan bintang kelas satu dari The Order of the Supreme Companions of OR Tambo, Afrika Selatan (2005).
  • Philippine Legion of Honor (1951).
  • Lenin Peace Prize (1960).
  • Bintang Mahaputera Adipurna (1959).

Kata-Kata Soekarno

Kata-Kata Soekarno

  • Kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. tapi jika perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara.
  • Gantungkan cita-citamu setinggi langit, bermimpilah setinggi langit dan jika kamu jatuh, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang.
  • Beri aku seribu orangtua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, dan beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
  • Jadikan penderitaanku ini sebagai saksi bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya, karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat dan diatas segalanya adalah Kekuasaan tuhan yang maha esa.
  • Bangunlah dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam perdamaian dan persaudaraan.
  • Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.
  • Kita adalah bangsa besar, kita bukan bangsa tempe, kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembeli dengan syarat ini dan syarat itu, lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bistik tapi menjadi budak.
  • Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, sedangkan perjuanganmu lebih sulit karena harus melawan bangsamu sendiri.
  • Mengalahkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang, tapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian

Soekarno Dikenang di Luar Negeri

Soekarno Di Mata Dunia

Beliau tidak hanya dikenang di Indonesia saja, tapi beliau juga sangat terkenal dimata dunia.

Bung karno dikenal akan keberanian serta kemampuan diplomatisnya, bahkan diberbagai negara nama beliau banyak yang diabadikan. Diantaranya :

  • Rue Soekarno di Maroko
  • Jalan Soekarno di Pakistan, Soekarno Squere di Peshwar, dan Soekarno Bazar di Lahore
  • Perangko di Filipina dan Kuba
  • Masjid Soekarno di St. Petersburg, Rusia
  • Jalan Ahmed Soekarno di Mesir
  • Pohon Soekarno di Arab Saudi
  • Patung lilin di Thailand

Selain karakteristik beliau yang tegas dan kharismatik, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang bersahabat.

Diantara sahabat karib beliau yang juga pemimpin negara lain yaitu : Nikita Kruschev pemimpin uni soviet dan john F. kennedy presiden AS.

Itulah biografi presiden soekarno, semoga kobaran api semangat beliau bisa menginspirasi kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.

    »

One comment on “Biografi Soekarno – Mengenang Bapak Proklamator Bangsa Indonesia

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2020 AHMAD MURSOFI.