AHMAD MURSOFI

Cari & Temukan Inspirasi Anda Disini

Biografi Cut Nyak Dien Aceh

Home Biografi Biografi Cut Nyak Dien Aceh
biografi cut nyak dien

Biografi Cut Nyak Dien – Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan perempuan yang berasal dari aceh.

Meskipun beliau perempuan, tetapi mempunyai semangat perjuangan yang tinggi dan rela mengorbankan jiwa, raga serta nyawanya untuk membela tanah air Indonesia.

Hingga beliau yang dalam ejaan lama tertulis Tjoet nja’ dhien oleh pemerintah indonesia dijadikan sebagai pahlawan kemerdekaan.

Profil Singkat Cut Nyak Dien

cut nyak dien

Nama Lengkap : Cut Nyak Dhien
Lahir : Lampadang, Kesultanan Aceh, 1848
Meninggal : Sumedang, Jawa Barat 6 November 1908
Agama : Islam
Orangtua : Teuku Nanta Seutia
Suami : Ibrahim Lamnga – Teuku Umar

Masa Kecil Cut Nyak Dien

Cut Nyak Dien

Cut nyak dien terlahir dari keluarga bangsawan atau ningrat yang sangat agamis. Ayahnya seorang hulubalang VI Mukim, keturunan datuk makhdum sati.

Datuk makhdum sati sendiri adalah keturunan laksamana muda nanta, yang juga perwakilan kesultanan aceh dizaman sultan iskandar muda di pariaman, sedang ibu beliau termasuk putri hulubalang lampageu.

Cut nyak dien kecil memiliki paras wajah yang cantik serta taat dalam beragama, beliau mendapatkan pendidikan agama dari orangtua dan gurunya.

Waktu itu banyak laki-laki yang menaruh hati kepada beliau serta ingin melamarnya.

Sampai akhirnya pada usia 12 tahun beliau dinikahkan dengan teuku cek ibrahim lamnga putra dari hulubalang lampageu XII tahun 1862.

Cut Nyak Dien dan Perang Aceh

Perjuangan cut nyak dien

Tanggal 26 maret 1873 kolonial belanda mengumumkan perang kepada masyarakat aceh, hal tersebut dimulai dengan ditembakanya meriam dari kapal perang citadel van antwerpenke kedaratan aceh.

Perang aceh pun meletus untuk yang pertama kali tahun 1873-1874, rakyat aceh dipimpin oleh panglima polim dan sultan machmud syah sedang pihak belanda dipimpin oleh johan harmen rudolf kohler.

johan harmen rudolf kohler
Gambar : Johan Harmen Rudolf Kohler

Pada 8 April 1873 belanda mendaratkan pasukanya yang berjumlah 3.198 orang di pantai ceureumen dan langsung menguasai serta membakar masjid raya baiturrahman.

Tak ayal hal tersebut membuat masyarakat aceh marah besar, hingga akhirnya terjadilah peperangan besar yang dapat dimenangkan oleh masyarakat aceh.

Ibrahim lamnga yang berada digaris terdepan kembali dengan lambaian kemenangan, sementara kohler mati tertembak.

Pada pertempuran selanjutnya tahun 1873-1880 belanda dibawah pimpinan jenderal jan van swieten, mampu menguasai daerah VI mukim.

jenderal jan van swieten
Gambar : Jenderal Jan Van Swieten

Setahun kemudian keraton sultan jatuh. Cut nyak dien dan bayinya bersama rombongan lainnya akhirnya memilih mengungsi  pada 24 Desember 1875.

Suaminya tetap melanjutkan pertempuran untuk merebut daerah VI mukim kembali, yang akhirnya beliau meninggal di gle tarum pada tanggal 29 Juni 1878.

Mendengar kabar tersebut cut nyak dien sangat marah serta bersumpah akan menghancurkan penjajah belanda.

Cut Nyak Dien dan Teuku Umar

Sepeninggal suaminya yang pertama, cut nyak dien dilamar oleh seorang tokoh pejuang aceh yang bernama teuku umar, pemuda yang beliau lihat saat di pemakaman.

Mulanya beliau menolak, tapi karna teuku umar memperbolehkan beliau untuk ikut dalam medan peperangan akhirnya lamaran tersebut diterima.

Pernikahan tersebut berlangsung pada tahun 1880. Dengan bersatunya 2 tokoh pejuang ini, membangkitkan moral semangat perjuangan rakyat aceh.

Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai seorang anak perempuan yang lalu diberi nama Cut Gambang.

cut gambang
Gambar : Cut Gambang

Selanjutnya taktik peperangan dilakukan secara gerilya dan dikobarkan spirit perang fisabilillah.

Sekitar tahun 1875 teuku umar dan sebagian pasukan mengubah taktiknya dengan mendekati dan pro terhadap belanda.

Tepatnya tanggal 30 september 1893, teuku umar beserta 250 pasukannya menyerahkan diri kepada Belanda.

Mendengar hal tersebut pihak belanda sangat girang karna musuh yang selama ini membahayakan malah mau membantu mereka.

Hingga belanda memberikan gelar teuku umar dengan sebutan johan pahlawan serta diberinya kekuasaan penuh sebagai komando unit pasukan belanda.

teuku umar
Gambar : Teuku Umar

Saat itu teuku umar masih merahasiakan taktiknya untuk menipu belanda, sekalipun beliau harus menanggung cercaan karna dituduh sebagai penghianat oleh orang aceh.

Cut nyak dien sebagai istri pun sudah berkali-kali menasihatinya untuk kembali bergabung dengan para pejuang aceh.

Namun, teuku umar tetap teguh dengan pilihanya sejak awal, beliau tidak ingin keluar dari barisan belanda sebelum memahami taktik dan titik kelemahanya.

Selain itu sedikit demi sedikit beliau mengganti prajurit belanda didaerah yang beliau kuasai dengan pasukan orang aceh.

Lalu saat jumlah pasukanya cukup, teuku umar melakukan rencana palsu pada orang belanda dengan berpura-pura ingin menyerang basis kekuatan aceh.

Teuku umar dan cut nyak dien pergi bersama semua pasukan yang telah dibekali dengan senjata dan amunisi hasil dari mengambil milik penjajah belanda secara diam-diam.

Dalam catatan sejarah, penghianatan ini disebut dengan het verraad van teukoe oemar (pengkhianatan Teuku Umar).

Penghianatan tersebut membuat pihak belanda sangat marah dan berencana melancarkan operasi besar-besaran untuk menangkap kedua tokoh tersebut.

Dengan taktik perang gerilya ditambah peralatan senjata hasil curian, justru pihak cut nyak dien mampu menyerang belanda lebih dulu.

Dari serbuan beliau dan pasukanya, bisa membunuh jenderal jakobus ludovicius hubertus pengganti jenderal van swieten serta membuat kekacauan dimarkas belanda.

jenderal jakobus ludovicius hubertus
Gambar : Jenderal Jakobus Ludovicius Hubertus

Karna merasa dikhianati, akhirnya belanda mencabut gelar teuku umar, tidak hanya sebatas itu, belanda juga membakar kediaman beliau serta terus mengejar keberadaan mereka.

Tahu bahwa mereka dikejar belanda, justru cut nyak dien dan pasukan suaminya tersebut terus melawan belanda dengan taktik gerilya.

Pertama dengan menyerang kutaraja dan meulaboh, sampai pihak belanda harus mengganti jenderal yang bertugas.

Akhirnya belanda mengerahkan unit maréchaussée / satuan pasukan kepolisian belanda untuk dikirim ke aceh.

Satuan ini dianggap brutal dan akan sulit ditaklukan oleh pejuang aceh, karna mayoritas berisi orang tionghoa dan ambon yang membunuh semua yang menjadi musuhnya.

Sampai akhirnya pihak belanda merasa iba terhadap orang aceh, lalu jenderal van der heyden membubarkan unit de marsose tersebut.

jenderal van der heyden
Gambar : Jenderal Van Der Heyden

Setelah peristiwa tersebut banyak warga aceh yang enggan berperang melawan belanda karna takut kehilangan nyawa mereka.

Jenderal joannes benedictus van heutsz memanfaatkan kesempatan ini dengan menyewa orang aceh untuk memata-matai pasukan cut nyak dien.

Dari informan tersebut pihak belanda mengetahui bahwa cut nyak dien dan pasukanya akan menyerang meulaboh pada 11 Februari 1899.

Sampai akhirnya teuku umar gugur terkena tembakan peluru belanda, saat itu cut gambang menangis karena kematian ayahnya.

Lalu ia ditampar oleh ibunya seraya dipeluk dan berkata “Sebagai perempuan Aceh, kita tidak boleh menumpahkan air mata pada orang yang telah syahid

Cut nyak dien lalu memimpin perlawanan melawan belanda didaerah pedalaman meulaboh bersama sisa pasukan kecilnya serta mencoba untuk melupakan suaminya.

Pasukan ini terus berperang hingga kekalahanya pada tahun 1901 karena tentara belanda telah hafal taktik berperang melawan mereka juga karna pasukan beliau semakin berkurang.

Selain itu, faktor cut nyak dien yang semakin tua, beliau terkena penyakit rabun dan encok serta sulit memperoleh makanan, hal ini membuat iba pasukan-pasukannya.

Pasukan beliau yang bernama pang laot melaporkan lokasi markasnya kepada belanda karena tidak tega terus menerus dikejar-kejar.

Akibatnya belanda menyerang markas beliau di beutong le sageu, mereka terkejut dan bertempur habis-habisan.

Beliau ingin mengambil rencong dan mencoba untuk melawan musuh. Namun, aksi beliau berhasil dihentikan tentara belanda.

Akhirnya cut nyak dien berhasil ditangkap, sementara anaknya cut gambang berhasil lari kedalam hutan dan selalu meneruskan perlawanan yang sudah dilakukan orangtuanya.

Tertangkapnya Cut Nyak Dien

ditangkapnya cut nyak dien

Setelah ditangkap belanda, beliau dibawa ke banda aceh dan dirawat disana. Penyakit yang beliau derita seperti rabun dan encok berangsur sembuh.

Namun karena ketakutan belanda bahwa kehadirannya masih bisa menumbuhkan semangat perlawanan, akhirnya beliau dibuang ke sumedang, jawa barat.

Faktor lain memindahkan beliau ke sumedang adalah karena terus berhubungan dengan pasukanya yang belum mau menyerah.

Beliau diasingkan ke sumedang bersama dua orang kepercayaannya dan tahanan politik aceh yang lain pada akhir 1906.

Selama dipengasingan, beliau ditempatkan disebuah rumah dikampung kaum, kelurahan regol wetan milik seorang tokoh bernama KH. ilyas.

Dari catatan beliau ditempatkan dirumah itu atas permintaan bupati sumedang, pangeran aria suria atmaja, yang tidak tega melihat cut nyak dien dipenjara, seperti perintah gubernur belanda Jenderal Heutsz.

Cut Nyak Dien Meninggal

Cut Nyak Dien

Tanggal 6 November 1908 beliau meninggal diusianya yang ke 60 tahun, namun makam beliau baru ditemukan pada tahun 1959 atas permintaan dari gubernur aceh ali hasan.

Pencarian makamnya dilakukan berdasarkan data yang ditemukan di belanda.

Dibatu nisan makam beliau, terangkum riwayat hidup beliau. Disana juga tertera surat at taubah dan surat al fajr serta cerita perjuangan rakyat aceh.

Beliau diakui oleh presiden soekarno sebagai pahlawan nasional Indonesia pada 2 Mei 1964, berdasarkan SK presiden RI No. 106.

makam cut nyak dhien
Gambar : Makam Cut Nyak Dien

Demikian penjelasan biografi pahlawan asional Cut nyak dien. Kita perlu mengetahuinya sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan terdahulu.

Merekalah yang berjasa dalam berjuang membebaskan negara ini dari belenggu kolonialis penjajah belanda.

Semoga beliau ditempatkan disisi tuhan yang maha esa, dan semoga perjuangan beliau selalu menginspirasi kita sebagai generasi penerus bangsa.

Baca Juga Biografi Terkait :

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2020 AHMAD MURSOFI.