AHMAD MURSOFI

Cari & Temukan Inspirasi Anda Disini

Biografi BJ Habibie – Bapak Teknologi Indonesia

Home Biografi Biografi BJ Habibie – Bapak Teknologi Indonesia
Biografi BJ Habibie

Biografi BJ Habibie – Prof. DR. (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih familiar dengan panggilan BJ Habibie. Kepergian beliau menjadi kabar duka yang mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bagaimana tidak sumbangsih pemikiran dan penemuan beliau sangat berdampak luas bukan saja untuk Indonesia, tapi juga bahkan untuk dunia.

Pada tahun 1960 beliau menemukan teori bernama crack progression, sebuah teori yang berfungsi memprediksi titik mula retakan pada sayap pesawat terbang.

Saat itu memang terjadi banyak musibah pesawat terbang jatuh karena tidak adanya alat deteksi keretakan pada badan pesawat, sampai akhirnya beliau menemukan sebuah teori yang bisa mengatasi hal tersebut, dan mendapatkan julukan Mr. crack

Try Sutrisno
Gambar : Try Sutrisno (Wakil Presiden RI)

Diantara presiden Indonesia yang lain, BJ Habibie adalah satu-satunya yang berasal dari etnis Gorontalo, Sulawesi. Sosok beliau sangat dihormati oleh ilmuan dunia khususnya dibidang ilmu penerbangan.

Berikut adalah biografi lengkap kisah perjalanan hidup bapak presiden BJ Habibie.

Profil Singkat BJ Habibie

profil singkat BJ Habibie

Nama Lengkap : Prof. DR. . Ing. Dr. Sc. Bacharuddin Jusuf Habibie
Tempat & Tanggal Lahir : Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1936
Meninggal : Jakarta 11 September 2019 (83 tahun)
Orangtua : Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah) – R.A. Tuti Marini Puspowardojo (Ibu)
Anak ke : 4 dari 8 saudara
Istri : Hasri Ainun Besari
Agama : islam
Hobi : Membaca
Pendidikan :
S1: Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung
S2: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman
S3: Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman

Keluarga BJ Habibie

Keluarga BJ Habibie

BJ Habibie adalah anak keempat dari delapan bersaudara, ayah beliau bernama Alwi Abdul Jalil Habibie adalah seorang yang ahli dibidang pertanian, yang berasal dari etnis Gorontalo serta ibunda beliau bernama R.A. Tuti Marini Puspowardojo yang berasal dari etnis Jawa.

Alwi Abdul Jalil Habibie dan istri
Gambar : Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo (Orangtua BJ Habibie)

Ayah beliau memiliki marga “Habibie”, marga asli dalam struktur sosial Pohala’a (Kerajaan dan Kekeluargaan) di Gorontalo. Sementara ibunda beliau merupakan anak seorang dokter spesialis mata di kota Jogjakarta.

Dalam catatan sejarah marga Habibie tertulis berasal dari wilayah Kabila, sebuah daerah di kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo.

Dari silsilah keluarga, kakek dari beliau adalah seorang pemuka agama, anggota majelis peradilan agama dan sebagai salah satu pemangku adat Gorontalo.

Pendidikan BJ Habibie

Pendidikan BJ Habibie

BJ. Habibie menuntut ilmu di SMA Kristen Dago, kemudian belajar di Universitas Indonesia Bandung (sekarang Institut Teknologi Bandung) dan memilih masuk di fakultas teknik pada tahun 1954.

Namun beliau menempuh pendidikan di ITB hanya selama beberapa bulan saja, dikarenakan saat itu beliau memperoleh beasiswa dari Menteri pendidikan untuk melanjutkan jenjang pendidikannya di negara jerman.

Beliau mendapat beasiswa tersebut karna saat itu pemerintah Indonesia dibawah presiden Soekarno sedang menjalankan program dengan membiayai ratusan siswa cerdas Indonesia untuk menimba ilmu diluar negeri.

Pada 1955–1965, beliau melanjutkan studi teknik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang, di Rhein Westfalen Aachen Technisce Hochschule (RWTH) Aachen, Jerman barat.

Di universitas tersebut, beliau menerima gelar diploma ingenieur pada tahun 1960 serta gelar doktor ingenieur pada tahun 1965 dengan predikat summa cumlaude (sangat baik), predikat itu beliau raih dengan perolehan nilai rat –rata 9,5.

Semasa kuliah di Jerman, Habibie menjalaninya dengan penuh perjuangan karena masa pendidikan disana bukan hanya sebentar saja.

Disaat musim liburan, beliau memanfaatkan waktu tersebut untuk mencari uang guna membeli buku untuk menunjang materi ilmu pendidikannya.

Setelah mendapatkan gelar insinyur beliau lalu bekerja disebuah industri kereta api firma talbot di Jerman. Saat bekerja di perusahaan tersebut beliau mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di perusahaan.

Permasalahan nya adalah waktu itu membutuhkan sebuah wagon untuk mengangkut  barang-barang ringan bervolume besar. BJ Habibie memecahkan masalah tersebut dengan mengaplikasikan prinsip kontruksi sayap pesawat terbang.

Setelah itu beliau kembali melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachen.

Beliau mendapatkan gelar doktornya pada tahun 1965, lagi-lagi beliau mendapat predikat summa cumlaude dengan rata-rata nilai 10.

Pernikahan BJ Habibie

Pernikahan BJ Habibie

Pada awalnya, kisah cinta antara Habibie dan Ainun adalah bermula sejak masih remaja, saat itu mereka berdua masih mengenyam pendidikan dibangku SMP.

Namun, mereka baru saling memperhatikan saat sama-sama bersekolah di SMA Kristen Dago Bandung, Jawa Barat.

Jalinan komunikasi mereka sempat harus terputus saat Habibie harus melanjutkan pendidikan kuliah dan bekerja di Jerman, sementara Ainun tetap di Indonesia dan berkuliah di universitas Indonesia fakultas ilmu kedokteran.

BJ. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada 12 Mei 1962 di Rangga Malela, Bandung.

Hasri Ainun Besari
Gambar : Hasri Ainun Besari (Istri BJ Habibie)

Akad nikah mereka digelar secara adat dan budaya Jawa, sedangkan resepsi pernikahanya digelar esok harinya dengan nuansa adat dan budaya Gorontalo di hotel preanger.

Setelah pernikahan tersebut, beliau membawa istrinya untuk tinggal di negara Jerman. Membuat Ainun dihadapkan dengan dua pilihan yaitu antara memilih untuk tetap bekerja dirumah di Hamburg atau hanya fokus sebagai istri dan fokus mengurus pekerjaan rumah tangga.

Setelah berdiskusi dengan suaminya, Ainun akhirnya memilih opsi yang kedua, dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Karir dan Pekerjaan BJ Habibie

Karier BJ Habibie

BJ Habibie pernah bekerja di messerschmitt bolkow blohm, perusahaan penerbangan yang terletak di Hamburg, Jerman.

Baru pada tahun 1973, beliau kembali ke tanah air atas permintaan mantan presiden Soeharto, kemudian pada tahun 1978 beliau menjabat menteri negara riset dan teknologi sampai maret 1998.

Gebrakan pertama B. J. Habibie saat menjabat Menristek adalah keinginannya untuk menerapkan “Visi Indonesia”.

Menurut beliau, lompatan Indonesia dalam “Visi Indonesia” bertumpu pada riset dan teknologi, khususnya pada industri strategis yang dikelola oleh PT. IPTN, Pindad dan PT. PAL.

Target beliau Indonesia sebagai negara agraris harus bisa melompat menjadi negara industri dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni.

Selain itu, saat beliau menjabat sebagai menristek tepatnya pada tanggal 7 Desember 1990 beliau terpilih sebagai ketua organisasi ICMI yang pertama, beliau terpilih secara aklamasi.

Puncak karir BJ. Habibie terjadi pada tahun 1998, dimana saat itu beliau dilantik sebagai presiden Indonesia (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999).

Setelah sebelumnya beliau menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 (sejak 14 Maret 1998 – 21 Mei 1998) dalam kabinet pembangunan VII dibawah presiden Soeharto.

Riwayat Pekerjaan

  • Direktur Utama PT. Perindustrian Angkatan Darat (Pindad).
  • Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
  • Ketua Dewan Pembina Industri Strategis (BPIS).
  • Ketua Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS).
  • Ketua Dewan Riset Nasional (1999).
  • Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam.
  • Anggota Dewan Komisaris Pertamina.
  • Asisten Riset Ilmu Pengetahuan Institut Kontruksi Ringan Rheinsich Westfaelische Technische Hochshule, Aachen, Jerman Barat (1960–1965).
  • Kepala Departemen Riset dan Pengembangan Analisa Struktur, Hamburg (1966–969)
  • Kepala Divisi Metode dan Teknologi Pesawat Komersil/Pesawat Militer Messerschmidt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg (1969–1973)
  • Wakil Presiden/Direktur Teknologi Messerschmidt Boelkow Blohm, Hamburg, Jerman Barat (1974–1978)
  • Penasihat Direktur Utama (Dirut) Pertamina (1974–1978)
  • Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), Bandung (1976)
  • Direktur Utama PT. Pelayaran Armada Laut (PAL), Surabaya (1978)
  • Profesor Kehormatan/Guru Besar dalam bidang Konstruksi Pesawat Terbang Institut Teknologi Bandung (ITB) (1997)

Riwayat Karir Pemerintahan

  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan III (1978–1983)
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan IV (1983–1988)
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan V (1988–1993)
  • Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Pembangunan VI (1993–1998)
  • Ketua Tim Keputusan Presiden (Keppres) 35
  • Wakil Presiden RI (1998)
  • Presiden RI (1998–1999)

Masa Kepresidenan BJ Habibie

Presiden BJ Habibie

BJ Habibie menjabat presiden Indonesia saat situasi dan kondisi negara kacau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru, sehingga saat itu marak sekali terjadi kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah tanah air.

Setelah dilantik menjadi presiden, beliau segera membentuk sebuah kabinet yang diberi nama kabinet reformasi pembangunan.

Salah satu tugas penting beliau adalah kembali mendapat dukungan dari dana moneter internasional dan komunitas negara-negara donor untuk program pemulihan ekonomi tanah air.

Beliau juga membebaskan para tapol (tahanan politik) serta mengurangi kontrol pada kebebasan berpendapat dan kegiatan keorganisasian.

Meskipun masa pemerintahan beliau terbilang singkat, tapi beliau berhasil memberi landasan kukuh bagi Indonesia, saat itu lahir UU anti monopoli atau UU persaingan sehat, perubahan UU Parpol dan UU otda (otonami daerah).

Setelah diterapkanya UU otonomi daerah inilah gejolak disintegrasi yang diwarisi sejak era orde baru mampu diredam dan akhirnya terselesaikan dimasa presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tanpa adanya UU otonomi daerah tersebut bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib seperti negara uni soviet dan yugoslavia.

Pengangkatan B.J. Habibie sebagai presiden RI menimbulkan kontroversi bagi masyarakat Indonesia. Pihak yang pro menganggap pengangkatan Habibie sudah konstitusional.

Hal itu berdasar pada pasal 8 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “bila seorang presiden mangkat, berhenti, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh wakil presiden sampai habis waktunya”.

Sedang pihak yang kontra beranggapan bahwa pengangkatan BJ. Habibie tidak sesuai dengan konstitusi, karna bertentangan dengan pasal 9 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa “sebelum presiden memangku jabatan maka presiden harus mengucapkan sumpah atau janji di depan MPR atau DPR”.

Kebijakan Politik 

  • Memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya, sehingga bermunculan banyak partai politik baru yang berjumlah 48.
  • Membebaskan tahanan politik seperti sri bintang pamungkas (mantan anggota DPR yang masuk penjara karena mengkritik Presiden Soeharto) dan Muchtar Pakpahan (pemimpin buruh yang dijatuhi hukuman karena dituduh memicu kerusuhan di Medan tahun 1994).
Sri Bintang Pamungkas
Gambar : Sri Bintang Pamungkas
  • Mencabut larangan berdirinya serikat-serikat buruh independen
  • Membentuk tiga undang-undang demokratis yaitu :
    – UU No. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik
    – UU No. 3 tahun 1999 tentang Pemilu
    – UU No. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR
  • Menetapkan 12 Ketetapan MPR

Kebijakan Ekonomi

  • Dibidang ekonomi, beliau berhasil memotong nilai tukar rupiah atas dollar berkisar di Rp 10.000 – Rp 15.000.
  • Menerapkan independensi Bank Indonesia (BI) sehingga lebih fokus dalam mengurus perekonomian.
  • Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan lewat dibentuknya BPPN dan unit Pengelola Aset Negara.
  • Melikuidasi beberapa bank yang bermasalah.
  • Menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga di bawah Rp. 10.000.
  • Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian masalah utang luar negeri.
  • Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF.
  • Mengesahkan UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Akhir Jabatan Presiden 

Menurut pihak oposisi, satu kesalahan terbesar yang beliau lakukan saat menjadi presiden ialah membolehkan diadakannya referendum provinsi timor timur (sekarang negara timor leste).

Beliau mengajukan hal yang sangat menggemparkan publik waktu itu, dengan mengadakan jajak pendapat bagi warga timor timur untuk memilih merdeka atau masih tetap menjadi bagian dari NKRI.

Pada masa kepresidenan beliaulah provinsi timor timur lepas dari NKRI menjadi negara terpisah yang berdaulat, tepatnya pada 30 Agustus 1999.

Kasus inilah yang membuat pihak oposisi sangat tidak puas dengan kepemimpinan beliau dan upaya untuk menjatuhkanya pun akhirnya berhasil saat Sidang Umum 1999.

Dimana BJ Habibie memutuskan tidak mencalonkan diri lagi setelah laporan pertanggungjawaban beliau ditolak oleh MPR.

BJ Habibie Meninggal

BJ Habibie Meninggal

Setelah tidak menjadi presiden beliau sempat menetap di Jerman, tetapi saat era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono beliau kembali ke tanah air dan mejadi penasihat presiden untuk mengawal proses demokrasi.

Semasa hidup BJ Habibie seringkali harus mendapat perawatan intensif akibat penyakit yang diderita. Diantaranya infeksi bakteri, bronkitis, klep jantung bocor dan gagal jantung.

Hingga akhirnya pada 11 September 2019 beliau menghembuskan nafas terakhir di RSPAD gatot subroto jakarta diusia yang ke 83 tahun akibat penyakit gagal jantung, sebelumnya beliau memang sudah menjalani perawatan intensif sejak 1 September 2019.

Beliau dimakamkan disamping makam istri beliau di taman makam pahlawan kalibata pada tanggal 12 September 2019 sekitar pukul 14.00 WIB. Upacara pemakaman dihadiri oleh presiden Joko Widodo.

Makam BJ Habibie
Gambar : Makam BJ Habibie

Penghargaan dan Apresiasi untuk BJ Habibie

Penghargaan BJ Habibie

Semasa hidup, beliau banyak mendapatkan penghargaan dan apresiasi baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya :

Penghargaan

  • Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Malaysia (IEM)
  • Anggota Kehormatan Japanese Academy of Engineering
  • Anggota Kehormatan The National Academy of Engineering, America
  • Anggota Kehormatan Academie Nationale de Air et de Espace, Perancis.
  • Anggota Kehormatan The Royal Aeronautical Society, Inggris
  • Anggota Kehormatan Gesselschaft Fuer Luft und Raumfarht (Lembaga Penerbangan & Ruang Angkasa) Jerman
  • Anggota Kehormatan American Institut of Aeronautic and Astronautic, America
  • Anggota Kehormatan Masyarakat Aeronautika Kerajaan Inggris (1983)
  • Anggota Kehormatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Jerman (1983)
  • Anggota Kehormatan Akademi Aeronautika Perancis (1985)

Apresiasi

  • Pemberian Gelar Adat Pulanga (sebuah gelar adat tertinggi) dari dewan adat dan pemangku adat 5 kerajaan di Gorontalo
  • Pembangunan Monumen B.J. Habibie di wilayah Isimu, Gorontalo
  • Pembangunan dan Peresmian Rumah Sakit Provinsi dr. Ainun Habibie di Limboto
  • Usulan penggunaan nama Universitas B.J. Habibie, menggantikan nama Universitas Negeri Gorontalo
  • Usulan Pembangunan Museum BJ Habibie yang lokasinya berada dirumah keluarga besar Habibie, Gorontalo.
  • Penggunaan nama BJ. Habibie sebagai nama ruas jalan protokol di Gorontalo
  • Pembangunan Monumen Cinta Ainun Habibie di Kota Parepare
  • Pembangunan Rumah Sakit Daerah Ainun Habibie di Kota Parepare
  • Penggunaan nama B.J. Habibie sebagai nama jalan protokol di Kota Pare-pare
  • Usulan Pendirian Institut Teknologi Habibie di Pare-Pare

Itulah gambaran biografi BJ Habibie, seorang presiden republik Indonesia yang juga sekaligus sebagai bapak teknologi Indonesia.

Semoga semangat perjuangan beliau selalu menginspirasi generasi bangsa Indonesia saat ini.

Baca Juga Biografi Terkait :

 

«     »

Questions & Feedback

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2020 AHMAD MURSOFI.